Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

Manusia Yang Berlebih-lebihan

Manusia Yang Berlebih-lebihan

Senin, 4 Juli 2016, waktu menunjukkan pukul 4 lebih 38 menit, pagi hari.
Setelah shalat subuh, tiba-tiba saya memperoleh sebuah pemikiran.
Mungkin bahasa kerennya adalah "saya telah incepted".
Pemikiran tersebut adalah, terkait dengan kehidupan saya sendiri, bahwa saya telah hidup berlebih-lebihan.

Kok gitu?

Perhatikan saja beberapa kenyataan berikut ini...

1. Nekad beli mobil dengan mencicil, dengan niat awal untuk membahagiakan keluarga. Terutama istri, yang katanya tiap akhir bulan hampir selalu pulang malam, melalui jalan gelap, demi mengemban amanah pekerjaan. Selain itu, sang istri punya niatan baik untuk nantinya setelah punya mobil akan mau membantu tetangga yang membutuhkan angkutan karena kebutuhan emergency.
Mari kita breakdown kejadian tersebut.
Beli mobil? OK. Sah sah saja. Namun, metode pembelian via "mencicilnya" itu yang bertentangan dengan aturan agama. Karena melalui pihak ketiga sebagai pembiayaan. Ditambah lagi oleh kenyataan bahwa biaya cicilan tersebut adalah mendekati 33% dari gaji kotor saya, dari pekerjaan yang tidak permanen ini. Dilihat dari sudut pandang orang ketiga, jelas-jelas ini pemaksaan diri, yaitu hidup berlebih-lebihan.
Yang seharusnya saya lakukan : sebenarnya bisa saja, menabung selama beberapa waktu, menggunakan "jatah" uang cicilan tadi, lalu beli mobil bekas yang masih layak pakai.

2. "Terpaksa" beli motor dengan (lagi-lagi) mencicil. Yang ini saya beri embel-embel "terpaksa", karena pada saat itu memang sedang urgent membutuhkan kendaraan. Sebenarnya sebelumnya saya sudah punya motor, namun karena kebutuhan mendesak, dan saya tidak ingin berhutang, maka saya jual motor nostalgia tersebut (hikz...). Untuk motor ini, alokasi dana nya tidak terlalu besar seperti mobil tersebut. Tapi tetap saja melalui instrumen ribawi.
Yang seharusnya saya lakukan : sama saja seperti mobil tersebut. Sebenarnya bisa saja, menabung selama beberapa waktu, menggunakan "jatah" uang cicilan tadi, lalu beli motor bekas yang masih layak pakai.

3. Tidak segera membayar hutang "itu". Hutang yang itu memang hutang yang kurang jelas. Karena dibuat pada saat saya masih belum bekerja, masih kuliah, dan ada unsur keterpaksaan di situ. Namun karena saat itu memang urgent, demi orang tua, maka saya terpaksa menyetujuinya. Sialnya, orang yang menghutangi saya menghilang entah kemana. Nomor hape nya tidak aktif. Sudah saya tunggu hingga bertahun-tahun, dengan cara :

  • saya masih menetap di tempat yang sama, seperti waktu terakhir kali bertemu orang itu
  • nomor hape saya masih bertahan cukup lama, terutama karena itu memang nomor operasional dari kantor
Namun apa daya, setelah 2 metode ampuh di atas, tetap saja orang itu tidak muncul. Banyak tanya muncul di benak saya, terutama : Apa saya masih wajib membayar hutang tersebut?? Jika iya, saya bayar ke siapa??
Kemudian saya mendapat petunjuk dariNya. Saya masih menyimpan nomor rekening orang itu! Maka saya coba memeriksanya, dengan cara mentrasnfer sejumlah kecil uang ke nomor tersebut. Dan ternyata bisa! Dan saya coba verifikasi ke pihak bank, dan memang transaksi tersebut berhasil, menandakan bahwa rekening tersebut masih aktif.

Namun, apa yang justru terjadi? Saya tidak segera membayarnya. Entah karena apa. Mungkin karena pekerjaan. Atau kebutuhan uang yang "mendesak" (lha, tapi kok malah nyicil mobil??)

Dear pembaca, cukup dari tiga contoh kejadian nyata di atas. Tiga itu saja sudah bisa membuat malaikat jengkel terhadap saya. Karena terlibat riba, dan tidak amanah. Apalagi contoh-contoh kejadian nyata lainnya dari episode kehidupan saya.... Yang jelas-jelas mengandung salah satu dosa besar...
Karena itulah, terkadang saya maklum jika tiba-tiba mengalami kesulitan hidup. Kesedihan. Kemarahan. Atau bahkan hawa nafsu yang meledak-ledak.

Saya telah hidup berlebih-lebihan. Dilihat dari sudut pandang orang ketiga, yaitu Alloh SWT, hal itu nampak jelas, sebening embun, sejernih air zam zam.

Minggu, 08 November 2009

Bagaimana cara mendeteksi kebohongan

Bagaimana cara mendeteksi kebohongan


Teknik-teknik berikut telah sering digunakan oleh polisi (entah ini polisi luar negeri atau polisi Indonesia??), dan oleh para ahli sekuritas (bukan sekuritas saham atau finansial lainnya lho!). Pengetahuan ini juga berguna untuk para manajer, pemberi kerja, dan untuk setiap orang di situasi sehari-hari agar dapat mencegah tertipunya kita oleh orang lain.

Peringatan! Terkadang "ignorance is a bliss", atau ketidaktahuan kita terhadap sesuatu justru adalah suatu anugrah. Setelah memperoleh pengetahuan teknik ini, anda mungkin menjadi lebih sensitif terhadap orang lain, bahkan orang terdekat.

Tanda-tanda kebohongan :
Bahasa tubuh kebohongan :
  • Ekspresi fisik menjadi terbatas dan kaku, dengan sedikit gerakan lengan dan tangan. Pergerakan Tangan, lengan, dan kaki menjadi lebih sempit dan cenderung mengarah kepada mereka sendiri.
  • Seseorang yang berbohong kepadamu akan menghindari kontak mata.
  • Tangan mereka menyentuh wajah, tenggorokan, dan mulut. Menyentuh atau menggaruk hidung atau bagian belakang telinga. Terkadang pula menyentuh dada/hati mereka dengan tangan terbuka (apa maksudnya nich? Sorry, terjemahan rada ga jelas karena ngantuk)

Selasa, 20 Oktober 2009

Avoidant personality disorder

Avoidant personality disorder

Source : Wikipedia
Avoidant personality disorder (AvPD)[1] (or Anxious personality disorder[2]) is a personality disorder recognized in the DSM handbook, characterized by a pervasive pattern of social inhibition, feelings of inadequacy, extreme sensitivity to negative evaluation and avoidance of social interaction.
People with AvPD often consider themselves to be socially inept or personally unappealing, and avoid social interaction for fear of being ridiculed, humiliated, rejected or disliked.
AvPD is usually first noticed in early adulthood, and is associated with perceived or actual rejection by parents or peers during childhood. Whether the feeling of rejection is due to the extreme interpersonal monitoring attributed to people with the disorder is still disputed.

The DSM-IV-TR, a widely used manual for diagnosing mental disorders, defines avoidant personality disorder as:

A pervasive pattern of social inhibition, feelings of inadequacy, and hypersensitivity to negative evaluation, beginning by early adulthood and present in a variety of contexts, as indicated by four (or more) of the following:
  1. avoids occupational activities that involve significant interpersonal contact, because of fears of criticism, disapproval, or rejection
  2. is unwilling to get involved with people unless certain of being liked
  3. shows restraint initiating intimate relationships because of the fear of being ashamed, ridiculed, or rejected due to severe low self-worth
  4. is preoccupied with being criticized or rejected in social situations
  5. is inhibited in new interpersonal situations because of feelings of inadequacy
  6. views self as socially inept, personally unappealing, or inferior to others
  7. is unusually reluctant to take personal risks or to engage in any new activities because they may prove embarrassing
Histrionic personality disorder

Histrionic personality disorder

source : wikipedia
Histrionic personality disorder (HPD) is defined by the American Psychiatric Association as a personality disorder characterized by a pattern of excessive emotionality and attention-seeking, including an excessive need for approval and inappropriate seductiveness, usually beginning in early adulthood. These individuals are lively, dramatic, enthusiastic, and flirtatious. They may be inappropriately sexually provocative, express strong emotions with an impressionistic style, and be easily influenced by others.
Associated features may include egocentricity, self-indulgence, continuous longing for appreciation, feelings that are easily hurt, and persistent manipulative behaviour to achieve own needs.


Wow,somehow i feel that THIS IS the disorder i'm suffered with. At least some of it. Please check the underlined texts, those are my symptoms!!
And the more wacky thingy is : it decents from my mum!!
I just realized recently that she also has those signs....

Oh dear God, i don't know what to say other than Subhanallah ....

Senin, 19 Oktober 2009

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Pepatah tersebut bermaksud bahwa segala kebaikan yang kita lakukan selama ini, suatu saat bisa rusak hanya karena suatu kesalahan kecil, atau kesalahan yang mungkin kurang relevan.
Dalam kasus ku, mungkin lebih tepat untuk sekaligus dikaitkan dengan pepatah : "semut di ujung lautan nampak, namun gajah di pelupuk mata tak nampak", hingga lengkaplah kondisi yang menyelimutiku saat posting ini dipublish.
Mungkin memang sudah menjadi nasibku untuk selalu 'disalahpahami', entah itu sesuai EYD atau tidak, yang pasti adalah orang lain cenderung untuk salah paham terhadapku.

Di hari ini aku telah diberi kabar yang cukup mengejutkan, yang selama ini diluar prasangka ku, bahkan lebih buruk daripada prasangka terburuk ku. Konyolnya, semua itu hanya karena hal yang menurutku sepele - sangat sepele, bahkan amat sangat sepele. Mungkin aku harus segera merubah sikap hidup ku ini untuk menjadi pribadi yang lebih kompatibel dengan orang lain. Berkat salah paham itu juga, segala kebaikan dan prestasi ku seolah lenyap, tak nampak, tak berbekas, tak dihargai ...

Huh, sisi buruk ku berkata, "percuma saja dikau berprestasi, orang lain akan selalu saja bersalahpaham terhadapmu ..."
Dan, sisi baik ku berkata, "syukuri apa yang ada, mungkin itulah jalan terbaikmu"

Dari dua pernyataan tersebut, hatiku condong pada pernyataan pertama, walaupun sikap dan perbuatanku condong pada pernyataan kedua. Sekali lagi, ini berkat sifat introvert yang kumiliki.
Ah, entahlah, aku tak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah. Percuma sajalah. Yang pasti saat ini, akan kulakukan semua sesuai protokol yang berlaku, dan kupendam dalam-dalam segala kreativitas dan prestasi yang kupunya, toh, ujung-ujungnya mereka akan SALAH PAHAM LAGI ...

Senin, 12 Oktober 2009

Mimpi yang menakjubkan

Mimpi yang menakjubkan

12 Oktober '09,dini hari.

Aku mendapat mimpi yg sangat menakjubkan tentang 'prosesi' itu.Lucunya,aku tidak ingat akan inti dari acara tsb.Yg kuingat hanyalah sebelum dan sesudahnya (ttd).Karena,dalam mimpi itu aku dikisahkan sedang 'blank' di saat menjalaninya,dan konyolnya-hal tsb kuceritakan kpd ibuku yang terheran-heran mendengarnya.

'kok bisa?',katanya.

Dan tipikal seperti mimpi2ku lainnya,mimpi tsb suatu saat Insyaalloh akan jadi nyata.Tapi aneh juga jika jadi nyata,karena memang sangat ANEH.Dan Alloh SWT,seperti biasa pula,hanya memberiku sedikit petunjuk dan membangunkanku sebelum petunjuknya komplit.

Yeah,bagaimanapun juga aku hanya bisa berkomentar,'Subhanallah...'.Semoga mimpi ini akan menjadi nyata...

Amien...ya Rabbal 'alamin...



---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Minggu, 18 Januari 2009

My series of thoughts 007

My series of thoughts 007

Aku sebel sama orang yang sok serius, berjuang keras, nggethu, demi idealisme atau segala tetek bengek yang dia yakini benar ... TERUTAMA jika segala usaha atau tindakannya itu merepotkan orang lain ...
yang namanya usaha itu harus mandiri crut!!
jangan seenaknya mengorbankan/mengajak/menganjurkan/memaksa/menghasut orang lain mengikuti idealisme mu!!
belum tentu orang itu ikhlas, dan lebih-lebih : belum tentu Sang Pencipta orang itu ikhlas ...