Tampilkan postingan dengan label wimax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wimax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2009

Telkom dan IM2 berpotensi untuk memperoleh zona WiMAX tambahan

Telkom dan IM2 berpotensi untuk memperoleh zona WiMAX tambahan

Jakarta - Indosat Mega Media (IM2) dan Telkom mempunyai minat besar terhadap wilayah WiMAX yang kemungkinan ditinggalkan oleh enam perusahaan lain yang juga memenangkan tender Broadband Wireless Access (BWA) di bandwidth 2,3 GHz. Dari total delapan pemenang tender WiMAX, hanya IM2 dan Telkom yang telah memenuhi kewajiban dalam membayar up front fee dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, dimana tenggat waktu pembayaran telah berakhir pada 17 November 2009.

Enam perusahaan lainnya adalah First Media, Berca Hardayaperkasa, Internux, Jasnita Telekomindo, serta Konsorsium WiMAX Indonesia (yang akan menjadi PT.Wireless Telecom Universal) dan Konsorsium PT.Comtronics Systems dan PT.Adiwarta Perdania. Tenggat waktu untuk empat dari enam perusahaan hanya diperpanjang hingga hari jumat 20 November 2009, sedangkan dua lainnya berbatas hingga 26 Januari 2010.

Jika keempat perusahaan tersebut tidak membayar, maka izin prinsip milik mereka akan dicabut dan dilakukan tender ulang oleh pemerintah. Andaikata hal itu sampai terjadi, maka zona wilayah BWA yang tersisa kemungkinan akan dikembalikan ke harga pokok untuk dilakukan tender ulang. Momen itulah yang akan dijadikan saat tepat bagi IM2 dan Telkom untuk memiliki zona tersebut.

"Kemungkinan itu selalu terbuka, tetapi tentu perlu waktu bagi kami untuk melakukan evaluasi dulu," VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia malu-malu untuk menyatakan langsung niat ambil alih tersebut, saat dikonfirmasi detikINET, Jumat (20/11/2009).

"Sejauh ini fokus kami melakukan kewajiban pembayaran up-front fee dan BHP yang sudah diselesaikan beberapa waktu lalu," lanjut dia.

Lain halnya dengan Telkom, IM2 justru terus terang dalam menyatakan minatnya.

"Kami mungkin akan ambil jika yang lain tidak jadi membayar," cetus Corporate Secretary IM2 Andri Aslan.

Walaupun IM2 berminat, namun langkah untuk mengambil alih zona WiMAX tersebut tetap perlu dikaji bersama perusahaan induk, yaitu Indosat.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/11/20/115344/1245484/328/telkom-dan-im2-lirik-zona-wimax-tetangga

Jumat, 20 November 2009

Ringkasan dari "Evolusi Jangka Panjang dari 3GPP"

Ringkasan dari "Evolusi Jangka Panjang dari 3GPP"

Long-Term Evaluation (LTE) adalah standarisasi dalam 3GPP yang menawarkan jalur evolusi untuk kecepatan tinggi dan latensi rendah melalui arsitektur seluler berbasis OFDMA. System Architecture Evolution (SAE) yang sedang dikembangkan dalam 3GPP adalah sebuah sistem berbasis IP dan dimaksudkan untuk diterapkan bersama LTE. Fitur-fitur kunci dari LTE adalah :
  • LTE dispesifikasikan dalam kerangka 3GPP Release 8 yang menggabungkan downlink OFDMA dan uplink SC-FDMA.
  • LTE mendukung bandwidth antara 1.25 hingga 20 MHz, yang memungkinkan LTE untuk beroperasi dalam semua band frekuensi 3GPP dengan konfigurasi paired ataupun unpaired.
  • Dengan spektrum 20 MHz, data rate teoritis adalah 300 Mbps pada downlink dan 75 Mbps pada uplink
  • LTE memperkenalkan arsitektur E-UTRAN yang tersusun atas eNB sebagai base station dan UE sebagai pelanggan.
  • SAE memisahkan antara data dan control plane dalan access gateway, dan memperkenalkan MME untuk fungsionalitas kontrol dan SGW untuk data forwarding. Selain itu PDN GW berfungsi sebagai titik acuan mobilitas.
  • Kemampuan-kemampuan dari LTE juga akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari IMT-Advanced dengan LTE Advanced.
Ringkasan dari "Layer Network dari WiMAX"

Ringkasan dari "Layer Network dari WiMAX"

Bab ini mempresentasikan overview arsitektur network dari Mobile WiMAX. Penting untuk mengetahui bahwa dalam buku ini kita memberikan penekanan lebih kepada model network WiMAX sebagai arsitektur network berbasis IP, jika dibandingkan dengan teknologi lain. Layer network dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan fungsionalitas dan model-model terkait dengan aspek bisnis :
  • Connectivity Service Network (CSN) didefinisikan sebagai sebuah kumpulan fungsi-fungsi network yang menyediakan layanan konektivitas IP kepada pelanggan WiMAX. Sebuah CSN dapat tersusun dari elemen-elemen network seperti router, proxy/server AAA, database user, gateway, dan mobile station.
  • Access Service Network (ASN) didefinisikan sebagai sebuah kumpulan fungsi jaringan yang dibutuhkan untuk menyediakan akses radio kepada pelanggan WiMAX. Sebuah ASN tersusun atas satu atau lebih base station, dan satu atau lebih gateway ASN (ASN-GW). Sebuah ASN dapat digunakan oleh lebih dari satu CSN.
  • Network Access Provider (NAP) adalah sebuah entitas bisnis yang menyediakan infrastruktur akses radio bagi WiMAX, menggunakan satu atau lebih ASN. Sebuah NAP akan menyewakan ASN mereka (peralatan WiMAX) kepada satu atau lebih NSP.
  • Network Service Provider (NSP adalah sebuah entitas bisnis yang menyediakan konektivitas IP dan layanan WiMAX kepada pelanggan melalui satu atau lebih CSN.
Arsitekture Mobile WiMAX mendefinisikan protokol-protokol dan entitas-entitas fungsional terhadap network entry, layanan AAA, QoS, mobilitas, manajemen sumber daya radio, paging, dan operasi idle mode. Arsitektur WiMAX juga berkembang untuk menawarkan fitur seperti RObust Header Compression, Location-based Services, Multicast Broadcast Services, Lawful Intercept, Emergency Services, Universal Service Interface, dan Over-the-Air Provisioning, dan lain-lain.
Teknologi WiMAX tidak lagi dianggap sebagai teknologi yang berdiri sendiri pada akses broadband nirkabel, melainkan telah menjadi satu dengan para pemain utama dalam konvergensi mobile broadband, dengan kemampuannya dalam menyediakan layanan generasi mendatang seperti juga interface internetworking kepada 3GPP, 3GPP2, DSL, dan jaringan WiFi. Prosedur-prosedur internetworking tersebut dijelaskan dalam bab terakhir bersama dengan bersinggungnya WiMAX terhadap IP Multimedia Subsystem (IMS) dan Policy and Charging Control (PCC).

Kamis, 19 November 2009

Ringkasan dari "Layer MAC dari WiMAX"

Ringkasan dari "Layer MAC dari WiMAX"

Pada bab ini dijelaskan layer MAC dari WiMAX. MAC adalah interface antara PHY dan arsitektur network. Fungsi-fungsi dan fitur-fitur dari PHY seperti konstruksi PDU, ARQ, alokasi sumber daya, dsb dijelaskan dalam bab sebelumnya, dan diperjelas dalam bab ini. Selain itu, protokol-protokol dan fitur-fitur yang dijelaskan dalam bab ini akan diperjelas lagi di bab berikutnya pada level network, seperti sekuritas, QoS, manajemen mobilitas, mode idle, dan paging.
Ringkasan dari "Layer Fisik pada WiMAX"

Ringkasan dari "Layer Fisik pada WiMAX"

Pada bab ini dijabarkan OFDMA PHY dari IEEE 802.16e-2005, yaitu merupakan layer fisik yang digunakan pada mobile WiMAX. OFDMA PHY memungkinkan fleksibilitas terhadap berbagai opsi konfigurasi :
  • Perumusan permutasi dari adjacent dan distributed subcarrier didefinisikan untuk memformulasikan pemetaan subcarrier terhadap subchannel pada berbagai opsi diversity, diantaranya FUSC, PUSC, TUSC, dan AMC.
  • Tiap permutasi subcarrier mendefinisikan sebuah struktur slot, yang merupakan dasar pembuatan blok dari sebuah frame OFDMA.
  • Mode TDD didefinisikan dalam IEEE 802.16e dan mode FDD sedang dirancang bersama dalam forum WiMAX.
  • Sebuah frame memiliki sebuah MAP (maximum a posteriori probability) pada downlink dan uplink yang mengindikasikan alokasi burst dari sebuah user.
  • Berbagai Skema pengkodean yang menggunakan atau tidak menggunakan HARQ (hybrid automatic repeat request) telah didukung, meliputi pengkodean turbo dan LDPC.
  • OFDMA PHY mendukung berbagai operasi antena jamak: AAS, MIMO dapat dikonfigurasi untuk diversity, beamforming, dan multipleksing spasial.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Ringkasan dari "SC-FDMA"

Ringkasan dari "SC-FDMA"

SC-FDMA adalah teknologi multicarrier berbasis OFDMA untuk uplink. Ia ditujukan untuk mempermudah sistem trasmitter pada handset dan mereduksi konsumsi daya dengan fitu PAPR yang lebih rendah. Pada struktur receiver, ia lebih kompleks daripada OFDMA dengan performa link yang sama, namun hal ini mungkin tak menjadi problem karena receiver berada pada base station, yang tidak memiliki permasalahan daya atau kompleksitas.
SC-FDMA terlokalisasi dimaksudkan untuk uplink pada LTE. Sistem SC-FDMA terdistribusi belum digunakan karena kelemahannya terhadap offset Doppler dan offset frekuensi, dan juga keterbatasannya terhadap rancangan pilot. Pilot SC-FDMA secara umum dimultipleks berdasar waktu (time) dan dirancang untuk PAPR yang rendah. Keterbatasan ini lebih parah pada SC-FDMA terdistribusi dan dapat berakibat pada fleksibilitas yang lebih rendah daripada OFDMA.
SC-FDMA juga diusulkan untuk dimasukkan dalam IEEE 802.16m (WiMAX-m) untuk uplink. Namun, usulan-usulan terakhir lebih mendukung OFDMA daripada SC-FDMA pada uplink karena SC-FDMA tak dapat memperoleh keuntungan secara penuh terhadap multiuser diversity, selain itu kelebihan PAPR pada SC-FDMA dapat diimbangi oleh teknik-teknik PAPR tingkat lanjut pada OFDMA. Selain itu kompatibilitas mundur (backward compatibility) terhadap WiMAX-e merupakan poin lain dalam memilih SC-FDMA sebagai uplink dari WiMAX-m.
Teknik-teknik MIMO dapat digunakan pada SC-FDMA untuk mengeksploitasi diversity sebagaimana halnya multipleksing spasial, yang mana ini mirip dengan MIMO-OFDM, yaitu dalam domain frekuensi setelah FFT.
Ringkasan dari "Sistem Antena Jamak"

Ringkasan dari "Sistem Antena Jamak"

Teknologi MIMO (Multi Input Multi Output) telah digunakan di semua sistem komunikasi, terutama WiMAX dan sistem-sistem 4G. Kita mendeskripsikan dasar-dasar dari MIMO, yang meliputi pengkodean space-time, multipleksing spasial, dan beamforming (pembentukan beam). Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  • MIMO dapat menghasilkan kuat sinyal yang lebih besar atau rate data yang lebih tinggi, dimana kedua mode tersebut dapat digunakan secara bergantian pada sel yang sama. Batasan kapasitas teoritis yang ditentukan oleh Shannon dapat meningkat secara linear dengan jumlah pasangan antena, Tx ataupun Rx. MIMO bekerja dengan sangat baik pada lingkungan dengan banyak scattering dan membutuhkan sedikit pengkopelan (coupling) RF antara antena-antena yang terpisah secara spasial.


  • MIMO yang menggunakan Pengkodean space-time bertujuan untuk melawan multipath fading dengan menggunakan diversity gain. Sinyal yang sama dikodekan secara berbeda dan ditransmisikan dari tiap antena untuk mengungkit jalur-jalur independen yang terjadi karena rich fading. KEmudian di sisi receiver mereka akan dikombinasikan untuk memperoleh sinyal terbaik.


  • MIMO yang menggunakan multipleksing spasial bertujuan untuk meningkatkan efisiensi spektral dengan mengirim arus data independen sehingga rate data bisa meningkat. Selain it, informasi kanal membantu untuk mengatur informasi transmitter sesuai dengan kondisi kanal yang berubah-ubah. Codebook-codebook tertentu didefinisikan terhadap tiap standar dimana informasi kanal dikirim kembali kepada transmitter dengan sinyal yang menunjukkan masukan tersebut. Selain itu juga pada sistem TDD, resiproksitas kanal diungkit untuk memperoleh informasi kanal.

Ringkasan dari "Prinsip-prinsip OFDMA"

Ringkasan dari "Prinsip-prinsip OFDMA"

Pada bab ini kita berfokus pada algoritma penjadwalan dari OFDMA. OFDMA adalah sebuah skema akses jamak yang berdasar pada teknologi OFDM. OFDMA mewarisi fitur dari TDMA, FDMA, juga CDMA dan CSMA dalam rangka untuk menyediakan penjadwalan yang fleksibel. Hal ini ditujukan untuk melakukan alokasi sumber daya berbasis pada multiuser diversity atau frequency diversity atau interference diversity, dengan penggunaan modulasi dan pengkodean adaptif.
Problem yang muncul adalah alokasi sumber daya pada sel tunggal, dimana obyeknya adalah daya minimum sehubungan dengan batasan-batasan QoS yang telah baku, atau troughput maksimum sehubungan dengan daya yang telah baku. Kita memformulasikan solusi yang optimal dan kemudian mendeskripsikan solusi yang iteratif.
Kedua, kita melihat kepada jaringan dengan frekuensi tunggal dimana satu frekuensi digunakan oleh beberapa sel. Kita berikan solusi optimal lalu melihat kepada solusi heuristik.
Ketiga, kita berbicara tentang sistem-sistem Flash-OFDM sebagai varian dari OFDMA. Kita menganalisa  interferensi in-cell danadjacent-cell terhadap CDMA dan mengevaluasi efisiensi spektrumnya.
Terakhir, kita tunjukkan metode berbagi subcarrier di dalam sebuah sel dengan modulasi yang telah tertanam. Modulasi ini memungkinkan untuk menumpuk sebanyak S sinyal M-QAM dalam satu subcarrier OFDMA. Alokasi sumber daya untuk permasalahan semacam itu ditangani dengan metode layering dan kemudian mengalokasikan sumber daya untuk tiap layer.
Ringkasan dari "Prinsip-prinsip OFDM"

Ringkasan dari "Prinsip-prinsip OFDM"

Pada bab ini dibahas prinsip-prinsip dari OFDM. Kita membahas teori OFDM dan komponen kunci dari transmisi OFDM, yaitu pengkodean, sinkronisasi, estimasi kanal, ekualisasi, dan peak-to-average (puncak terhadap rata-rata) power ratio. Poin-poin penting tentang OFDM adalah :
  • OFDM membuat carrier-carrier dengan rate yang rendah, dan bersifat efisien pada spektrum ortogonal, untuk mentransmisikan sinyal-sinyal dengan rate yang tinggi.
  • OFDM memanfaatkan siklus prefix pada interval 'guard' untuk menjamin tidak terjadinya ISI (Inter Symbol interference) dan ICI (Inter Carrier Interference).
  • OFDM tidka sensitif terhadap timing offset, tapi sensitif terhadap frequency offset dan phase noise.
  • OFDM memanfaatkan preamble-preamble yang telah diketahui, atau simbol-simbol pilot untuk deteksi koheren dan sinkronisasi.
  • OFDM tidak membutuhkan ekualiser dalam domain waktu dan hanya membutuhkan sebuah ekualiser dalam domain frekuensi, untuk memperbaiki perubahan amplitudo dan fase.
  • OFDM dapat memanfaatkan sebuah ekualiser dalam domain waktu untuk memperpendek periode 'guard'.
  • Sistem OFDM dapat memanfaatkan beberapa skema pengkodean, yaitu Reed Solomon, konvolusi, concatenated, Trellis, turbo, dan LDPC.
  • OFDM dapat menunjukkan puncak-puncak yang tak terkontrol. Peak-to-average power ratio adalah permasalahan yang sering terjadi dan satu cara mengatasinya adalah dengan meng-'clipping' puncak-puncak yang tinggi. Clipping adalah proses nonlinear dan memperkenalkan distori di dalam dan di luar bandwidth sinyal yang diberikan.
Ringkasan dari "Dasar-dasar Semua Jaringan IP"

Ringkasan dari "Dasar-dasar Semua Jaringan IP"

Pada bab ini, dibahas dasar-dasar jaringan IP. Protokol IP menyediakan spesifikasi untuk routing dan pengalamatan. Sebuah node dengan alamat IP terjangkau oleh node lain dengan alamat IP. Router antara kedua node mengolah dan melanjutkan paket-paket data. Dibahas beberapa protokol routing, yaitu RIP, OSPF, dan BGP.
RIP dan OSPF adalah protokol routing internal dimana routing berada dalam jaringan yang dikelola oleh operator tunggal, sedangkan BGP adalah routing eksternal yang mendefinisikan routing antara beberapa jaringan internal.
Saat ini di IP versi 4, sebuah alamat IP berisi 32 bit dan IP versi 6 akan menggunakan 128 bit. Selain itu, beberapa mekanisme QoS (Quality of Service) diperkenalkan untuk membedakan alur pada saat routing, yaitu DiffServ, IntServ, RSVP, MPLS. Komponen lainnya yang diperlukan untuk membentuk sebuah jaringan adalah IP security, IP tunneling, PPP, RADIUS, dan DIAMETER.
WiMAX dan 4G akan memperkenalkan konektivitas berbasis IP. Alamat IP dari sebuah user yang sedang mobile harus sama walaupun berpindah-pindah lokasi. Mekanisme IP mobile menjaga alamat IP seorang user dan memfasilitasi pengarahan paket-paket dari sebuah mobile station kepada alamat yang benar pada saat handover. Dengan IP mobile, sebuah node dalam jaringan selalu 'melihat' sebuah mobile user dengan alamat IP yang sama.

Ringkasan dari "Dasar-dasar TeleKomunikasi Selular"

Ringkasan dari "Dasar-dasar TeleKomunikasi Selular"

Pada bab ini, pertama-tama dibahas overview dari sistem selular nirkabel. Sistem selular bergelut pada spektrum yang jumlahnya terbatas, sehingga dibutuhkan untuk membagi suatu coverage area menjadi sel-sel (cells) yang lebih kecil dan menggunakan teknik reuse pada frekuensi yang sama dalam sel-sel tersebut. Namun sistem seperti ini membutuhkan suatu handover, yaitu memindahkan suatu jalur komunikasi dari satu sel ke sel lain tanpa terputus. Berkaitan dengan teknik handover, juga diperkenalkan beberapa strategi penerapan sel yang penting terhadap kualitas komunikasi :
  • Pemecahan sel
  • Site dengan sel makro/mikro
  • Sektorisasi
  • Femtocell dan picocell
  • Sistem antena jamak
Kedua, dibahas dasar-dasar komunikasi digital yaitu pengkodean sumber dan pengkodean kanal dimana :
  • Pengkodean sumber mengurangi redundansi pada informasi, sehingga informasi dapat dikirim dengan jumlah bit yang sedikit.
  • Pengkodean kanal menambahkan redundansi pada informasi, untuk mengurangi error pada komunikasi.
Selain itu juga dibahas deteksi error - yang hanya mendeteksi error, dan juga metode koreksi error - yang langsung memperbaiki error. Setelah itu dibahas puncturing, interleaving, dan teknik-teknik modulasi :
  • Puncturing menyesuaikan pengkodean dengan cara menghapus beberapa bit pada saat transmisi.
  • Interleaving merubah posisi dari bit-bit untuk mempermudah perbaikan error.
  • Modulasi mengolah bit-bit menjadi bentuk gelombang sesuai dengan karakteristik kanal.
Ketiga,  dibahas dasar-dasar dari kanal nirkabel. Sebuah transmisi pada kanal nirkabel dapat mengalami difraksi, scattering, atau refleksi yang menyebabkan tiruan-tiruan dari transmisi yang sebenarnya. Semua itu pada akhirnya tiba di penerima dengan amplitudo dan fase yang berbeda-beda. Dibahas juga parameter-parameter statistik untuk mengkarakteristikkan suatu kanal nirkabel :
  • Penyebaran delay
  • Bandwidth koheren
  • Penyebaran Doppler
  • Waktu koheren
  • Fading selektif secara datar atau frekuensi
  • Fading cepat dan lambat
 Akhirnya dibahas evaluasi terhadap teknik-teknik akses medium pada OFDMA, dan juga metode-metode dupleks pada komunikasi seluler. Di bagian akhir juga dibahas pengenalan singkat terhadap wireless backhauling.
Ringkasan dari "Pengenalan Kepada Mobile Broadband"

Ringkasan dari "Pengenalan Kepada Mobile Broadband"

Bab ini menjelaskan bagan dari perkembangan mobile broadband, yang didukung oleh konvergensi berbasis IP-OFDMA. Persaingan dalam mobile broadband terjadi pada dua jalur, dari broadband access atau dari komunikasi selular. Hal-hal penting dari bab ini adalah sebagai berikut :

  • OFDMA dipilih sebagai standar multiple access oleh berbagai badan standard internasional.
  • Jaringan selular telah beranjak menuju arsitektur berbasis IP selama satu dekade kemarin untuk menawarkan desain yang lebih mudah dan berskala.
  • Penyertaan Mobile WiMAX di IMT2000 menawarkan alternatif dari 3G kepada operator untuk bermigrasi ke sistem berbasis OFDMA.
  • Interface berbasis OFDMA dapat dipasang dalam berbagai frekuensi meliputi 2.3, 2.5, dan 3.5 GHz. Juga pada spektrum frekuensi 3G yang telah ada.
  • WiMAX MAC mewarisi fitur dari DOCSIS, yaitu standar dari sistem cable.
  • Ada pesaing terhadap Mobile WiMAX, yaitu LTE dari 3GPP dan UMB dari 3GPP2.
  • WiMAX-m berbasis pada IEEE 802.16m sedang dirancang untuk memulai debutnya pada era 4G, bersama dengan LTE dan UMB.
  • Mobile WiMAX adalah satu-satunya teknologi yang menawarkan broadband selular (bergerak) dan fixed (diam).