Tampilkan postingan dengan label telecommunication. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telecommunication. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2009

Ringkasan dari "Evolusi Jangka Panjang dari 3GPP"

Ringkasan dari "Evolusi Jangka Panjang dari 3GPP"

Long-Term Evaluation (LTE) adalah standarisasi dalam 3GPP yang menawarkan jalur evolusi untuk kecepatan tinggi dan latensi rendah melalui arsitektur seluler berbasis OFDMA. System Architecture Evolution (SAE) yang sedang dikembangkan dalam 3GPP adalah sebuah sistem berbasis IP dan dimaksudkan untuk diterapkan bersama LTE. Fitur-fitur kunci dari LTE adalah :
  • LTE dispesifikasikan dalam kerangka 3GPP Release 8 yang menggabungkan downlink OFDMA dan uplink SC-FDMA.
  • LTE mendukung bandwidth antara 1.25 hingga 20 MHz, yang memungkinkan LTE untuk beroperasi dalam semua band frekuensi 3GPP dengan konfigurasi paired ataupun unpaired.
  • Dengan spektrum 20 MHz, data rate teoritis adalah 300 Mbps pada downlink dan 75 Mbps pada uplink
  • LTE memperkenalkan arsitektur E-UTRAN yang tersusun atas eNB sebagai base station dan UE sebagai pelanggan.
  • SAE memisahkan antara data dan control plane dalan access gateway, dan memperkenalkan MME untuk fungsionalitas kontrol dan SGW untuk data forwarding. Selain itu PDN GW berfungsi sebagai titik acuan mobilitas.
  • Kemampuan-kemampuan dari LTE juga akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari IMT-Advanced dengan LTE Advanced.
Ringkasan dari "Layer Network dari WiMAX"

Ringkasan dari "Layer Network dari WiMAX"

Bab ini mempresentasikan overview arsitektur network dari Mobile WiMAX. Penting untuk mengetahui bahwa dalam buku ini kita memberikan penekanan lebih kepada model network WiMAX sebagai arsitektur network berbasis IP, jika dibandingkan dengan teknologi lain. Layer network dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan fungsionalitas dan model-model terkait dengan aspek bisnis :
  • Connectivity Service Network (CSN) didefinisikan sebagai sebuah kumpulan fungsi-fungsi network yang menyediakan layanan konektivitas IP kepada pelanggan WiMAX. Sebuah CSN dapat tersusun dari elemen-elemen network seperti router, proxy/server AAA, database user, gateway, dan mobile station.
  • Access Service Network (ASN) didefinisikan sebagai sebuah kumpulan fungsi jaringan yang dibutuhkan untuk menyediakan akses radio kepada pelanggan WiMAX. Sebuah ASN tersusun atas satu atau lebih base station, dan satu atau lebih gateway ASN (ASN-GW). Sebuah ASN dapat digunakan oleh lebih dari satu CSN.
  • Network Access Provider (NAP) adalah sebuah entitas bisnis yang menyediakan infrastruktur akses radio bagi WiMAX, menggunakan satu atau lebih ASN. Sebuah NAP akan menyewakan ASN mereka (peralatan WiMAX) kepada satu atau lebih NSP.
  • Network Service Provider (NSP adalah sebuah entitas bisnis yang menyediakan konektivitas IP dan layanan WiMAX kepada pelanggan melalui satu atau lebih CSN.
Arsitekture Mobile WiMAX mendefinisikan protokol-protokol dan entitas-entitas fungsional terhadap network entry, layanan AAA, QoS, mobilitas, manajemen sumber daya radio, paging, dan operasi idle mode. Arsitektur WiMAX juga berkembang untuk menawarkan fitur seperti RObust Header Compression, Location-based Services, Multicast Broadcast Services, Lawful Intercept, Emergency Services, Universal Service Interface, dan Over-the-Air Provisioning, dan lain-lain.
Teknologi WiMAX tidak lagi dianggap sebagai teknologi yang berdiri sendiri pada akses broadband nirkabel, melainkan telah menjadi satu dengan para pemain utama dalam konvergensi mobile broadband, dengan kemampuannya dalam menyediakan layanan generasi mendatang seperti juga interface internetworking kepada 3GPP, 3GPP2, DSL, dan jaringan WiFi. Prosedur-prosedur internetworking tersebut dijelaskan dalam bab terakhir bersama dengan bersinggungnya WiMAX terhadap IP Multimedia Subsystem (IMS) dan Policy and Charging Control (PCC).

Kamis, 19 November 2009

Ringkasan dari "Layer MAC dari WiMAX"

Ringkasan dari "Layer MAC dari WiMAX"

Pada bab ini dijelaskan layer MAC dari WiMAX. MAC adalah interface antara PHY dan arsitektur network. Fungsi-fungsi dan fitur-fitur dari PHY seperti konstruksi PDU, ARQ, alokasi sumber daya, dsb dijelaskan dalam bab sebelumnya, dan diperjelas dalam bab ini. Selain itu, protokol-protokol dan fitur-fitur yang dijelaskan dalam bab ini akan diperjelas lagi di bab berikutnya pada level network, seperti sekuritas, QoS, manajemen mobilitas, mode idle, dan paging.
Ringkasan dari "Layer Fisik pada WiMAX"

Ringkasan dari "Layer Fisik pada WiMAX"

Pada bab ini dijabarkan OFDMA PHY dari IEEE 802.16e-2005, yaitu merupakan layer fisik yang digunakan pada mobile WiMAX. OFDMA PHY memungkinkan fleksibilitas terhadap berbagai opsi konfigurasi :
  • Perumusan permutasi dari adjacent dan distributed subcarrier didefinisikan untuk memformulasikan pemetaan subcarrier terhadap subchannel pada berbagai opsi diversity, diantaranya FUSC, PUSC, TUSC, dan AMC.
  • Tiap permutasi subcarrier mendefinisikan sebuah struktur slot, yang merupakan dasar pembuatan blok dari sebuah frame OFDMA.
  • Mode TDD didefinisikan dalam IEEE 802.16e dan mode FDD sedang dirancang bersama dalam forum WiMAX.
  • Sebuah frame memiliki sebuah MAP (maximum a posteriori probability) pada downlink dan uplink yang mengindikasikan alokasi burst dari sebuah user.
  • Berbagai Skema pengkodean yang menggunakan atau tidak menggunakan HARQ (hybrid automatic repeat request) telah didukung, meliputi pengkodean turbo dan LDPC.
  • OFDMA PHY mendukung berbagai operasi antena jamak: AAS, MIMO dapat dikonfigurasi untuk diversity, beamforming, dan multipleksing spasial.

Senin, 02 November 2009

Koneksi GPRS 3 menggunakan EDGE

Koneksi GPRS 3 menggunakan EDGE

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa jaringan seluler mu alias 3 di Indonesia sudah menggunakan koneksi paket data bertipe EDGE (Enhanced Data rate for GSM Evolution), yang juga dikenal sebagai EGPRS (Enhanced GPRS).
EDGE merupakan teknologi yang memungkinkan peningkatan kecepatan transmisi data, sebagai ekstensi pada standar GSM. EDGE dianggap sebagai teknologi radio 3G dan merupakan bagian dari definisi 3G ITU. EDGE diterapkan pada jaringan GSM bermula pada 2003, oleh Cingular (sekarang AT&T) di Amerika Serikat.
EDGE distandarkan oleh 3GPP sebagai bagian dari keluarga GSM, dan merupakan peningkatan yang menawarkan peningkatan sekitar tiga kalo lipat pada kapasitas dan performa jaringan GSM/GPRS. Hal itu dimungkinkan dengan menggunakan metode pengkodean dan transmisi data yang terbaru. Bit rate puncak dari EDGE dijanjikan sekitar 1 Mbit/detik dan tipikal nya 400 kbit/detik.
Namun nilai tersebut tidak tercapai di Indonesia, yaitu hanya sekitar 128 kbit/detik.
Tentunya kita harus menggunakan HP yang mendukung EDGE, dalam hal ini saya menggunakan HP Sony Ericsson K790. Lumayan deh, jadi banter!!!

Sumber : dikutip dari Wikipedia


Sabtu, 31 Oktober 2009

Ringkasan dari "SC-FDMA"

Ringkasan dari "SC-FDMA"

SC-FDMA adalah teknologi multicarrier berbasis OFDMA untuk uplink. Ia ditujukan untuk mempermudah sistem trasmitter pada handset dan mereduksi konsumsi daya dengan fitu PAPR yang lebih rendah. Pada struktur receiver, ia lebih kompleks daripada OFDMA dengan performa link yang sama, namun hal ini mungkin tak menjadi problem karena receiver berada pada base station, yang tidak memiliki permasalahan daya atau kompleksitas.
SC-FDMA terlokalisasi dimaksudkan untuk uplink pada LTE. Sistem SC-FDMA terdistribusi belum digunakan karena kelemahannya terhadap offset Doppler dan offset frekuensi, dan juga keterbatasannya terhadap rancangan pilot. Pilot SC-FDMA secara umum dimultipleks berdasar waktu (time) dan dirancang untuk PAPR yang rendah. Keterbatasan ini lebih parah pada SC-FDMA terdistribusi dan dapat berakibat pada fleksibilitas yang lebih rendah daripada OFDMA.
SC-FDMA juga diusulkan untuk dimasukkan dalam IEEE 802.16m (WiMAX-m) untuk uplink. Namun, usulan-usulan terakhir lebih mendukung OFDMA daripada SC-FDMA pada uplink karena SC-FDMA tak dapat memperoleh keuntungan secara penuh terhadap multiuser diversity, selain itu kelebihan PAPR pada SC-FDMA dapat diimbangi oleh teknik-teknik PAPR tingkat lanjut pada OFDMA. Selain itu kompatibilitas mundur (backward compatibility) terhadap WiMAX-e merupakan poin lain dalam memilih SC-FDMA sebagai uplink dari WiMAX-m.
Teknik-teknik MIMO dapat digunakan pada SC-FDMA untuk mengeksploitasi diversity sebagaimana halnya multipleksing spasial, yang mana ini mirip dengan MIMO-OFDM, yaitu dalam domain frekuensi setelah FFT.
Ringkasan dari "Sistem Antena Jamak"

Ringkasan dari "Sistem Antena Jamak"

Teknologi MIMO (Multi Input Multi Output) telah digunakan di semua sistem komunikasi, terutama WiMAX dan sistem-sistem 4G. Kita mendeskripsikan dasar-dasar dari MIMO, yang meliputi pengkodean space-time, multipleksing spasial, dan beamforming (pembentukan beam). Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  • MIMO dapat menghasilkan kuat sinyal yang lebih besar atau rate data yang lebih tinggi, dimana kedua mode tersebut dapat digunakan secara bergantian pada sel yang sama. Batasan kapasitas teoritis yang ditentukan oleh Shannon dapat meningkat secara linear dengan jumlah pasangan antena, Tx ataupun Rx. MIMO bekerja dengan sangat baik pada lingkungan dengan banyak scattering dan membutuhkan sedikit pengkopelan (coupling) RF antara antena-antena yang terpisah secara spasial.


  • MIMO yang menggunakan Pengkodean space-time bertujuan untuk melawan multipath fading dengan menggunakan diversity gain. Sinyal yang sama dikodekan secara berbeda dan ditransmisikan dari tiap antena untuk mengungkit jalur-jalur independen yang terjadi karena rich fading. KEmudian di sisi receiver mereka akan dikombinasikan untuk memperoleh sinyal terbaik.


  • MIMO yang menggunakan multipleksing spasial bertujuan untuk meningkatkan efisiensi spektral dengan mengirim arus data independen sehingga rate data bisa meningkat. Selain it, informasi kanal membantu untuk mengatur informasi transmitter sesuai dengan kondisi kanal yang berubah-ubah. Codebook-codebook tertentu didefinisikan terhadap tiap standar dimana informasi kanal dikirim kembali kepada transmitter dengan sinyal yang menunjukkan masukan tersebut. Selain itu juga pada sistem TDD, resiproksitas kanal diungkit untuk memperoleh informasi kanal.